Subscribe to Romadona Maghfiroh Subscribe to Romadona Maghfiroh's comments

1.BUDAYA PAMEKASAN 

Untuk kebudayaan masyarakat Madura sendir berbeda dengan kebudayaan masyarakat lainnya, termasuk dengan kebudayaan Jawa Timur (Surabaya, Malang dll) meskipun Madura masih satu provinsi dengan mereka. Masyarakat Madura memiliki corak, karakter dan sifat yang berbeda dengan masyarakat Jawa. Masyarakatnya yang santun, membuat masyarakat Madura disegani, dihormati bahkan “ditakuti” oleh masyarakat yang lain. Salah satu contoh Budaya dari pamekasan madura adalah Sapi sonok dan Sapi Tecak.

 

Seni budaya ini merupakan kebanggaan Pulau Madura khususnya Kabupaten Pamekasan dan telah menjadi icon Provinsi Jawa Timur pada umumnya yang harus tetap dilestarikan. Selain sebagai sumber budaya, sapi Taccek dan sapi Sonok juga merupakan kesenangan, tabungan dan simbol status bagi masyarakatnya. Para Peternaknya sangat menyayangi ternak sapinya sehingga merawat ternaknya sebaik mungkin, karena bagi mereka memiliki ternak yang bagus dan sehat merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Sapi Sonok merupakan sepasang sapi Madura betina yang dihias sedemikian rupa sehingga tampil menawan dan dirangkai dengan sebuah “Pangonong” (sebuah kayu penghubung antara kedua sapi) untuk diperagakan. Sapi Sonok ini telah terampil mengikuti instruksi joki atau pengemudi dengan langkah jalan “Neter Kalenang” (secara perlahan) memasuki sebuah gapura sebagai batas akhir lomba dan berdiri tegak dengan kaki depan berada diatas balok kayu. Seni budaya ini telah ada sejak tahun 1951 tepatnya di Desa Dempo Barat, yang pada saat itu merupakan wilayah Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan dan saat ini telah mendapatkan Hak Paten dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia pada Tahun 2009. Tidak semua sapi Madura bisa dijadikan sapi Sonok. Untuk bisa menjadi sapi Sonok, sapi Madura tersebut harus dilatih sejak dari lepas sapih (pedet) yaitu umur lima bulan hingga dewasa. Pelatihannya meliputi cara melangkah dengan pelan, teratur dan anggun serta kaki depan bisa berdiri dengan tenang diatas sebuah balok kayu. Untuk kontes di tingkat kabupaten, Sapi Sonok dibagi menjadi tiga kriteria, yaitu: kelas pedet (umur 5 bulan sampai 18 bulan), kelas dara (umur 19 bulan sampai 3 tahun) dan kelas induk ( mulai umur tiga tahun keatas). Sedangkan untuk kontes sapi Sonok semadura yang diambil hanya kriteria kelas induknya saja.

CIRIKHAS MADURA 

Di Madura, banyak dijumpai perguruan pencak silat yang mengajarkan cara menggunakan celurit. Walaupun hanya sebuah benda mati, celurit memiliki beragam cara penggunaannya. Ini tergantung dari niat pemakainya. Dimana perguruan silat menggajarkan tidak sekadar diajarkan untuk melumpuhkan lawan. Namun seorang pemain silat harus memiliki batin yang bersih dengan berlandaskan agama.

MAKANAN MADURA 

Seperti yang kita ketahui, Sate Madura sangatlah terkenal sebagai makanan khas Madura. Siapa yang belum makan sate madura sebaiknya harus segera mencoba makanan khas Madura yang satu ini. Sate dengan bumbu kacangnya sangatlah manis, gurih, dan lezat. Daging sate yang digunakan juga bervariasi, bisa menggunakan daging kambing bisa pula menggunakan daging ayam. Bila Anda menyukai rasa pedas dan gurih, Anda dapat mencampurkan sambal yang juga disediakan kedalam bumbu kacang sate Anda. Sate akan menjadi komplit bila dimakan bersama dengan potongan lontong. Tidak hanya sate Madura yang ini saja yang terkenal, sate madura yang lain yang terkenal sebagai makanan khas madura adalah Sate Lalat atau yang biasa disebut “Sate Laler”. Mungkin Anda akan salah sangka dan mengira bahwa sate tersebut menggunakan lalat sebagai makanan utamanya, namun kenyataannya tidak seperti itu. Makanan khas madura yang satu ini tidak menggunakan lalat di bagian apapun dalam proses memasaknya, melainkan menggunakan daging kambing atau daging ayam yang dipotong kecil-kecil seperti ukuran lalat sehingga sate ini disebut dengan sate lalat karena menyerupai ukuran lalat. Rasa sate ini juga gurih dan lezat.

SUMBER


Leave a Reply